Main Menu

Penting

Calendar

June 2019
S M T W T F S
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Cara menggunakan Mala

Selamat malam Teman teman se-Dharma. Malam ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mempergunakan mala yang benar, satu topik yang sangat mendasar, namun sangat penting. Sangat sayang sekali, kita selalu tidak memberikan perhatian yang besar terhadap subjek yang sangat penting, seperti misalnya bagaimana mempergunakan mala (Tasbih). Sebagai seorang murid Vajrayana, setiap orang diharapkan untuk memiliki 1 mala.Banyak sekali diantara kita yang telah mempergunakan mala selama bertahun- tahun dan sekian lama.

Bila saya bertanya, siapa yang tahu cara mempergunakan tasbih yang benar, mungkin banyak yang tahu dan bisa saja banyak yang belum tahu, terutama bagi para pemula. Jika kita mempergunakan tasbih secara benar, maka hasilnya akan lebih efektif dan hasilnya akan lebih maksimal, sehingga hasil dari pelafalan mantrapun akan lebih besar. Jika kita tidak tahu, maka tidak akan mendapatkan hasil yang efektif. Seperti memasak misalnya, bila kita tidak tahu bagaimana cara memasak, maka masakan kita akan tidak enak dan hanya akan menyia-nyiakan tenaga saja. Demikian juga dengan menggunakan mala ini, bila kita tidak tahu mempergunakan mala secara tepat, maka semua upaya kita akan menjadi sia-sia. Di sini kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana cara mempergunakan mala saja, tetapi juga akan membahas ajaran-ajaran penting lainnya.

Mala memainkan peranan yang sangat penting dalam latihan kita, terutama bagi murid murid Vajrayan. Mala selalu dipakai sebagai alat untuk menghitung jumlah mantra yang telah kita bacakan. Dalam setiap latihan selalu terdapat persyaratan yang mesti diikuti, seperti latihan Tara misalnya, kita diminta untuk membacakan mantra Tara sebanyak 1,2 juta kali. Di mana masing-masing suku kata mantra harus dikalikan dengan jumlah 100.000.Untuk menjumlahkan atau menghitungnya, kita tidak dapat mempergunakan kalkulator untuk menghitung jumlah mantra yang kita lafalkan, tapi harus menggunakan mala. Karena mala memilik makna dan menyimbolkan banyak hal yang akan kita jelaskan berikut ini.

Pertama tama, jenis mala apa yang dapat kita pergunakan? Jika kita mampu, maka mala yang terbuat dari berlian adalah yang terbaik, kemudian ruby ataupun batu permata lainnya. Yang termahal, yang terbaik. Mala yang kita pergunakan itu bukanlah untuk tujuan perhiasan tapi adalah persembahan, oleh sebab itu, maka pergunakanlah mala terbaik sesuai dengan kemampuan kita. Kadang-kadang untuk perhiasan yang kita pakai, kita selalu memilih sesuatu dengan kualitas yang terbaik, tetapi yang untuk persembahan, kita pilih sesuatu itu secara asal-asalan, yang murah meriah.

Selanjutnya kita juga dapat mempergunakan mala yang terbuat dari buah-buahan, biji bodhi (bodicitta) ini juga termasuk yang terbaik dan yang paling cocok, atau minimal yang terbuat dari batu-batuan, yang dipahat dari batu, buah-buahan jenis apapun juga atau obat-obatan yang kita bentuk menjadi bulat, kemudian kita lubangi tengahnya. Kita juga dapat mempergunakan mala yang terbuat dari biji bodhi (bodicitta) untuk semua jenis maksud dan tujuan latihan.

Ada beberapa mala yang tidak pantas kita pergunakan, misalnya yang terbuat dari tulang manusia, ataupun tulang binatang. Kadang-kadang sering orang mempergunakan mala yang terbuat dari tulang itu berkeyakinan dapat memperoleh kekuatan, itu tidak benar! Yang dapat membawa kekuatan itu adalah latihannya, bukan malanya!

Juga terdapat beberapa mala yang tidak boleh kita pergunakan, yaitu:

  1. Mala yang diberikan oleh seorang pemburu, tidak boleh kita pakai.
  2. Mala yang diberikan oleh seorang yang melanggar samaya dengan guru kita, tidak boleh kita pakai.
  3. Mala yang dicuri dari seseorang kemudian diberikan kepada kita, tidak boleh kita pakai.
  4. Mala yang dirampas dari seseorang kemudian diberikan kepada kita, tidak boleh kita pakai.
  5. Mala yang telah kita persembahkan kepada para Buddha, atau yang telah pernah kita kalungkan ke patung Budda untuk menghiasi patung Buddha , tidak boleh dipakai lagi. Kita tidak boleh kalungkan ke Buddha lalu turunkan untuk pakai, setelah dipergunakan lalu dikalungkan kembali, tidak boleh begitu.
  6. Mala yang ukurannya tidak sama besar, tidak boleh kita pakai
  7. Mala yang salah satu bijinya terbakar, tidak boleh kita pakai lagi. Bila terbakar, segera usahakan ganti dengan yang baru.

Mala tidak boleh diletakkan di lantai, apabila kita letakkan mala di lantai kemudian ada binatang seperti anjing maupun kucing melangkahinya, maka mala tersebut tidak boleh di pakai lagi. Mala yang pernah digigit tikus, juga tidak boleh dipakai lagi.

Jika kita masih tetap mempergunakan mala seperti yang tersebut di atas, maka akan mempengaruhi samaya dari mala tersebut. Dan bila kita tetap mempergunakan mala yang seperti tersebut di atas, maka tidak perduli seberapa banyak latihan yang anda jalankan, tidak akan membawa kemajuan atau keberhasilan, misalnya: latihan yidam kita tidak akan ada hasilnya.

Ini adalah hal yang sangat penting sekali, khususnya bila ada orang yang ingin memberikan anda mala, maka anda harus pastikan orang tersebut tidak pernah melanggar samaya dengan guru kita, sebelum kita menerima malanya. Samaya memegang peranan yang sangat penting sekali. Bila kita melanggar samaya, apapun yang kita lakukan tidak akan membawa perubahan ataupun kemajuan apa-apa.Bahkan bila kita duduk berdekatan dengan orang yang melanggar samaya saja akan berbahaya sekali. Seperti virus, dia akan mempengaruhi yang lainnya. Ini akan menyebabkan kita mengalami kesulitan dalam pencapaian latihan kita.

Dalam salah satu sutra dikatakan, mala yang kita pergunakan ukurannya jangan terlalu kecil, juga jangan terlalu besar, (red: Rinpoche bercanda: yang besar hanya dipakai orang main kungfu di shaolin). Pilih saja ukuran yang tepat dan sesuai (Rinpoche menunjukan Mala yang Dia pergunakan, ukuran demikian sangat cocok). Juga jangan menggunakan mala yang berwarna warni (Rinpoche bercanda: seperti baju orang hiipie). Usahakan satu warna saja.

Kemudian mala juga tidak boleh dipasang terlalu ketat maupun longgar (jarak antara biji yang satu dengan yang lainnya). Jika mala yang kita pergunakan jaraknya terlalu longgar maka kita akan menghadapi banyak rintangan ataupun gangguan dalam latihan kita, latihan akan susah mengalami kemajuan, paling umum halangannya misalnya berupa rasa ngantuk pada saat latihan. Jika mala yang kita pergunakan jaraknya terlalu ketat maka apapun tujuan dari latihan kita tidak akan pernah tercapai.

Ukuran mala juga tidak boleh terlalu pendek, ini akan mempengaruhi kehidupan kita (akan memperpendek usia kita). Juga mala tidak boleh berukuran terlalu panjang, kalau terlalu panjang maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama sekali untuk mencapai keberhasilan dalam latihan kita.(red: Rinpoche mengatakan ini semua sesuai yang tertulis di dalam sutra, bukan Dia yang bilang).

 

Lihat juga : Cara menggunakan mala (Lanjutan)