Home
 
 

Utama
Home
Zurmang Kagyud
Tentang Zurmang
Guru
Pusat Dharma
Acara
Jadwal Acara
Keg Gharwang Rpc
GrandPuja
Puja
Rupa-Rupa
Lain-Lain
SlideShow
Galeri
Links
Hubungi Kami
Sitemap

** Zurmang Gharwang Rpc akan mengadakan acara ultah monastry Zurmang, ke tempat2 suci di India & jika memungkinkan akan bertemu langsung dengan H.H. Karmapa (pertengahan - akhir Nov) ** Zurmang Drukpa Rinpoche akan mengadakan puja di Borobudur sekitar bulan Maret 2009 **

Tentang Zurmang Kagyud PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh: Lama Jigme   
Monday, 18 February 2008
TrungmaseZurmang Kagyud merupakan silsilah pokok tertinggi dalam silsilah Drupgyud Karma Kamtsang, yang dikenal sebagai Khadro Nyengyud (Nyen berarti bisikan, gyud berarti silsilah), yakni Silsilah Pendengaran Dakini atau Silsilah Bisikan.
 
 
 
Zurmang GharwangAjaran-ajaran Silsilah Bisikan pada mulanya diterima oleh seorang guru agung India yaitu Mahasidha Tilopa saat beliau pergi ke Uddiyana dan menerima ajaran-ajaran ini dari Vajrayogini. Itu sebabnya ajaran-ajaran ini disebut sebagai Silsilah Pendengaran "Dakini" - Vajrayogini menjadi Dakini utama dan pasangan dari Cakrasamvara. Tilopa menerima transmisi ini langsung dari Dakini, bukan dari seorang guru berwujud manusia.

Naropa menerima ajaran-ajaran ini dari Tilopa dan kemudian meneruskan instruksi-instruksi lisan yang terdalam mengenai esensi Cakrasamvara dan Vajravarahi (Vajrayogini) kepada Marpa dan membatasi ajaran ini hanya kepada seorang pemegang silsilah saja selama tiga belas generasi. Suatu naskah suci yang tampaknya meringkaskan ajaran-ajaran yang diterima Marpa ini berjudul "Karnatantra-vajrapada", yang dikarang oleh Naropa. Milarepa menerima ajaran-ajaran ini dari Marpa dan menurunkannya kepada Gampopa yang kemudian meneruskannya kepada Dusum Khyenpa, Karmapa pertama. Hal ini berlangsung hingga kepada Trung Mase Lodro Rinchen, yang merupakan murid dari Karmapa ke-lima, Dezhin Shegpa. Trung Mase merupakan generasi ke-tiga belas dan dengan demikian menjadi guru pertama yang dapat meneruskan silsilah istimewa dari ajaran-ajaran Mahamudra ini kepada lebih dari seorang penerus Dharma. Hal ini sesuai dengan ramalan kuno dari Mahasidha Tilopa yang bertekad bahwa beliau sendiri akan kembali setelah ajaran-ajaran ini telah diteruskan kepada tiga belas pemegang silsilah secara turun temurun, untuk membabarkan ajaran-ajaran ini secara luas. Demikianlah, Trung Mase sesungguhnya adalah manifestasi dari Tilopa, sebagaimana diakui oleh Karmapa ke-lima.

Zurmang refuge tree Dengan mengikuti instruksi guruNya untuk memberi manfaat bagi makhluk samsara, Trung Mase pergi ke Kham untuk mendirikan vihara di suatu tempat khusus yang merupakan pertemuan dua sungai besar sebelum mengalir secara teratur menuruni bukit, di mana tanah lokasinya menyerupai seekor kuda merah yang terbelah perutnya. Sesuai ramalan Dorje Narjolma, lokasi ini tepat merupakan tempat kediaman ucapan Cakrasamvara, dan secara berharga sangat diberkati oleh Yidam tersebut untuk memastikan keberhasilan latihan spiritual secara sempurna. Dalam satu kesempatan, menjelang pembangunan pusat retret di lokasi ini, saat Trung Mase bertanya di mana pengikutnya telah menempatkan torma untuk menenangkan para makhluk pelindung di daerah itu, jawabannya adalah di "tempat dengan banyak sudut" - demikian bagaimana asal mula munculnya nama Zurmang. Secara harfiah Zurmang berarti "banyak sudut". Trung Mase Lodro Rinchen kemudian menjadi pemimpin tertinggi Zurmang Kagyud.
Update terakhir ( Wednesday, 02 April 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Berita Terkini
Yg sedang Online
[Sejak : 21-03-2008]
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini8
mod_vvisit_counterKemarin14
mod_vvisit_counterMinggu ini107
mod_vvisit_counterBulan ini91
mod_vvisit_counterTotal3454

 
© 2008 Zurmang Kagyud Indonesia
BEST view with : Mozilla's FIREFOX [ Download FireFox ]