Home
 
 

Utama
Home
Zurmang Kagyud
Tentang Zurmang
Guru
Monastri
Pusat Dharma
Ajaran
Acara
Jadwal Acara
Kegiatan Rpc
GrandPuja
Puja
Rupa-Rupa
Lain-Lain
SlideShow
Galeri
Videos
Bursa
Berita
Links
Hubungi Kami
Sitemap
Yg sedang Online
Saat ini ada 17 tamu online
[Sejak : 21-03-2008]
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini8
mod_vvisit_counterKemarin35
mod_vvisit_counterMinggu ini84
mod_vvisit_counterBulan ini279
mod_vvisit_counterTotal58477
Chat
Jonhson

Yulia

Ferry

** Jika anda menganggap Guru anda sebagai seorang Buddha, maka anda akan memperoleh berkah dari seorang Buddha ** Jika anda menganggap Guru anda sebagai seorang Bodhisatva, maka anda akan memperoleh berkah dari seorang Bodhisatva ** Jika anda menganggap Guru anda sebagai seorang teman, maka anda hanya akan memperoleh berkah dari seorang teman **

Tentang Zurmang Kagyud PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh: Lama Jigme   
Tuesday, 19 February 2008
TrungmaseZurmang Kagyud merupakan silsilah pokok tertinggi dalam silsilah Drupgyud Karma Kamtsang, yang dikenal sebagai Khadro Nyengyud (Nyen berarti bisikan, gyud berarti silsilah), yakni

Silsilah Pendengaran Dakini atau Silsilah Bisikan.  Zurmang Kagyud merupakan jantung dari Silsilah Karma Kagyud.

 
 
 

[ Views: 5972 ]

Telah terjalin hubungan yang amat khusus antara pimpinan Karma Kagyud (H.H. Karmapa) dengan pimpinan Zurmang Kagyud (H.E. Zurmang Gharwang Rinpoche), sejak lahirnya Trungmase. Hubungan yang khusus ini juga terlihat di Rumtek (vihara utama H.H. Karmapa XVI), dimana pada vihara itu terdapat 5 ruang khusus yang hanya diperuntukkan bagi 4 pemegang topi merah (H.E. Sharmapa Rinpoche, H.E. Tai Situpa Rinpoche, H.E. Jamgon Kongtrul Rinpoche, H.E. Gyaltsap Rinpoche) dan kamar yang kelima bagi H.E. Zurmang Gharwang Rinpoche).
 
Ajaran-ajaran Silsilah Bisikan pada mulanya diterima oleh seorang guru agung India yaitu Mahasidha Tilopa saat beliau pergi ke Uddiyana dan menerima ajaran-ajaran ini langsung dari Buddha Vajradhara dan Vajrayogini. Itu sebabnya ajaran-ajaran ini disebut sebagai Silsilah Pendengaran "Dakini" - Vajrayogini menjadi Dakini utama dan pasangan dari Cakrasamvara. Tilopa menerima transmisi ini langsung dari Dakini, bukan dari seorang guru berwujud manusia.

Naropa
menerima ajaran-ajaran ini dari Tilopa dan kemudian meneruskan instruksi-instruksi lisan yang terdalam menZurmang refuge treegenai esensi Cakrasamvara dan Vajravarahi (Vajrayogini) kepada Marpa dan membatasi ajaran ini hanya kepada seorang pemegang silsilah saja selama tiga belas generasi. Suatu naskah suci yang tampaknya meringkaskan ajaran-ajaran yang diterima Marpa ini berjudul "Karnatantra-vajrapada", yang dikarang oleh Naropa. Milarepa menerima ajaran-ajaran ini dari Marpa dan menurunkannya kepada Gampopa yang kemudian meneruskannya kepada Dusum Khyenpa, Karmapa pertama. Hal ini berlangsung hingga kepada Trung Mase Lodro Rinchen, yang merupakan murid dari Karmapa ke-lima, Dezhin Shegpa.
 
Trung Mase merupakan generasi ke-tiga belas dan dengan demikian menjadi guru pertama yang dapat meneruskan silsilah istimewa dari ajaran-ajaran Mahamudra ini kepada lebih dari seorang penerus Dharma. Hal ini sesuai dengan ramalan kuno dari Mahasidha Tilopa yang bertekad bahwa beliau sendiri akan kembali setelah ajaran-ajaran ini telah diteruskan kepada tiga belas pemegang silsilah secara turun temurun, untuk membabarkan ajaran-ajaran ini secara luas. Demikianlah, Trung Mase sesungguhnya adalah manifestasi dari Tilopa, sebagaimana diakui oleh Karmapa ke-lima.

Dengan mengikuti instruksi guruNya untuk memberi manfaat bagi makhluk samsara, Trung Mase ( H.E. Zurmang Gharwang Rinpoche I ) pergi ke Kham untuk mendirikan vihara di suatu tempat khusus yang merupakan pertemuaZurmang Gharwangn dua sungai besar sebelum mengalir secara teratur menuruni bukit, di mana tanah lokasinya menyerupai seekor kuda merah yang terbelah perutnya. Sesuai ramalan Dorje Narjolma, lokasi ini tepat merupakan tempat kediaman ucapan Cakrasamvara, dan secara berharga sangat diberkati oleh Yidam tersebut untuk memastikan keberhasilan latihan spiritual secara sempurna. Dalam satu kesempatan, menjelang pembangunan pusat retret di lokasi ini, saat Trung Mase bertanya di mana pengikutnya telah menempatkan torma untuk menenangkan para makhluk pelindung di daerah itu, jawabannya adalah di "tempat dengan banyak sudut" - demikian bagaimana asal mula munculnya nama Zurmang. Secara harfiah Zurmang berarti "banyak sudut". Trung Mase Lodro Rinchen kemudian menjadi pemimpin tertinggi Zurmang Kagyud.
 
 
 
 
[ Views : 5972 ]
Update terakhir ( Friday, 22 July 2011 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Qoutes
Quotes by H.E. Zurmang Gharwang Rinpoche XII
Penting

Kagyud Monlam ke 23 tanggal 20-22 April 2012 di Singapore akan di organisir oleh Zurmang Kagyud. Karena Gharwang Rinpoche XII tidak dapat hadir, acara akan di pimpin oleh Zurmang Drukpa Rinpoche IV.


Zurmang Gharwang Rinpoche XII akan mengadakan Grand Puja & Teaching di semua center di Indonesia sekitar bulan Juni - Agustus 2012.

 
Berita Terkini

 
© 2012 Zurmang Kagyud Indonesia
BEST view with : Mozilla's FIREFOX [ Download FireFox ]