Home arrow Rupa-Rupa arrow Retreat Nyungne
 
 

Utama
Home
Zurmang Kagyud
Tentang Zurmang
Guru
Monastri
Pusat Dharma
Ajaran
Acara
Jadwal Acara
Kegiatan Rpc
GrandPuja
Puja
Rupa-Rupa
Lain-Lain
SlideShow
Galeri
Videos
Bursa
Berita
Links
Hubungi Kami
Sitemap
Chat
Jonhson

Yulia

Ferry

** Jika anda menganggap Guru anda sebagai seorang Buddha, maka anda akan memperoleh berkah dari seorang Buddha ** Jika anda menganggap Guru anda sebagai seorang Bodhisatva, maka anda akan memperoleh berkah dari seorang Bodhisatva ** Jika anda menganggap Guru anda sebagai seorang teman, maka anda hanya akan memperoleh berkah dari seorang teman **

Retreat Nyungne PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh: Jigme Phuntsok   
Friday, 09 October 2009

Latihan Nyung Ney/Nyen Ney berasal dari Gelongma Palmo (Bhiksuni Laksmi). Beliau adalah seorang puteri raja yang memiliki keyakinan dan devosi yang kuat pada ajaran Buddha. Suatu saat beliau terkena penyakit lepra sehingga beliau terpaksa harus mengasingkan diri ke hutan terpencil. Di sinilah Gelongma Palmo kemudian menjalankan latihan Nyung Ney selama 9 tahun, diberkati langsung oleh Avalokiteshvara Bodhisattva, dan merealisasikan tubuh pelangi, mencapai pencerahan agung.

 
[ Views: 767 ]
 
 

 

Pahala kebajikan dari menjalankan latihan Nyung Ney/Nyen Ney adalah tidak terukur. Di masa lalu di India terdapat suku Damsey yang sangat menjaga moralitas seperti hidup bervegetarian, tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berdusta dll. Dibandingkan dengan 1.000 orang biasa yang melakukan suatu perbuatan bajik, pahala kebajikan yang dilakukan oleh seorang Damsey untuk perbuatan bajik yang sama adalah jauh lebih besar ketimbang 1.000 orang biasa tersebut. Demikian pula, pahala kebajikan dari 1.000 orang Damsey untuk suatu perbuatan bajik jika dibandingkan dengan perbuatan bajik yang sama dari seorang yang mengambil ikrar Nyung Ney/Nyen Ney adalah masih jauh lebih besar pahala kebajikan seorang yang mengambil ikrar Nyung Ney/Nyen Ney. Hal ini terjadi karena saat seseorang mengambil ikrar Nyung Ney/Nyen Ney, pada hari itu pula ia sudah menjadi seperti seorang bhiksu/bhiksuni, di mana perbuatan bajik yang ia lakukan akan menghasilkan pahala kebajikan yang tidak terukur. Dan meski ikrar Nyung Ney/Nyen Ney dirampungkan saat latihan selesai dijalankan, Bodhicitta yang tertanam tidak akan hilang, namun akan terus tumbuh dan berkembang. Latihan ini adalah latihan yang sangat langka dan bermanfaat, yang sengaja dirancang oleh Buddha Sakyamuni sendiri untuk umat perumah tangga.

Dalam latihan Nyungne ini, kita menjaga 8 sila selama acara berlangsung. Ke-8 sila tersebut adalah :

  1. Pāṇātipātā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi.
  2. Adinnādānā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi.
  3. Abrahmacariyā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi.
  4. Musāvādā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi.
  5. Surāmerayamajjappamādatṭhāna veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi.
  6. Vikālabhojanā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi.
  7. Naccagīta-vādita-visūkadassana-mālāgandha-vilepana-dhāraṇa-maṇḍana-vibhūsanaṭṭhānā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi.
  8. Uccāsayana-mahāsayanā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi.


 

Yang artinya :

  1. Saya mengambil peraturan latihan menghindari pembunuhan makhluk hidup.
  2. Saya mengambil peraturan latihan menghindari pengambilan sesuatu yang tidak diberikan.
  3. Saya mengambil peraturan latihan menghindari kehidupan tidak suci.
  4. Saya mengambil peraturan latihan menghindari ucapan bohong.
  5. Saya mengambil peraturan latihan menghindari minuman beralkohol, minuman hasil fermentasi yang memabukkan yang mengondisikan kelengahan
  6. Saya mengambil peraturan latihan menghindari makan pada waktu yang salah.
  7. Saya mengambil peraturan latihan menghindari menonton hiburan tari-tarian, nyanyian, dan musik; [menghindari] pengenaan untaiaan bunga, wangi-wangian, urapan kosmetik, perhiasan, dan dandanan.
  8. Saya mengambil peraturan latihan menghindari pembaringan yang tinggi dan besar.

Latihan Nyung Ney/ Nyen Ney ini hampir tiap tahun di laksanan di center Zurmang Kagyud Indonesia, terutama center Jakarta. Acara ini dikemas dalam retreat selama 4 hari, dimana umat tidak boleh berbicara/berkomunikasi satu sama lainnya, ataupun dengan saudara/teman yang tidak ikut retreat. Berbagai sila harus dipegang selama acara retreat ini, misalnya: tidak membunuh, tidak melakukan perbuatan asusila, tidak berbicara, tidak duduk/tidur di tempat yang tinggi, tidak makan setelah jam 12 siang, hanya boleh minum air putih setelah jam 12 siang (bagi yang mengambil sila Nyung Ney, tidak diperkenankan makan & minum selama sekitar 36 jam), dll. Acara ini biasa dimulai sebelum matahari terbit hingga malam hari setiap harinya (mulai sekitar jam 4.30 pagi, hingga malam hari sekitar jam 20.30). Acara ini biasanya dilaksanakan sekitar libur lebaran ataupun liburan akhir tahun.

Berikut beberapa foto yang diambil selama acara retreat di waktu yang lalu :

Update terakhir ( Monday, 02 May 2011 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Qoutes
Quotes by H.E. Zurmang Gharwang Rinpoche XII

 
© 2012 Zurmang Kagyud Indonesia
BEST view with : Mozilla's FIREFOX [ Download FireFox ]